Hal Bodoh Yang Pernah Ku Tangisi Dalam Kehidupan Ku








    Berawal dari tatapan mata yang membuatku tak nyaman, namun sekarang merubah segalanya. Lama kelamaan aku merasa nyaman dengannya bahkan  sampai takut kehilangannya, dan sampai sampai aku lupa terhadap tempat bergantung yang terbaik yaitu kepada Allah Swt. dari awal mula bertatapan mata   lama kelamaan aku mengenal lebih tentang kehidupannya aku berfikir dialah orang yang terbaik yang bisa mengajakku ke dalam hal kebaikan. Saat itu mulailah ada rasa. Setelah beberapa tahun dia mengajakku menjadi teman, dia mengajakku untuk berpacaran dan aku menerimannya, saat itu aku belum berfikir bahwa aku telah mempunyai Allah dalam di hidupku. Jika aku berpacaran mungkin aku akan jauh dari Allah. Yang aku pikirkan hanyalah kebahagian saat-saat berpacaran .

Satu tahun berlalu hal buruk yang ada pada dirinya mulai terlihat yaitu suka mabuk-mabukan. Aku pun mulai bertanya kepadanya kenapa kau melakukan mabuk-mabukan, dia mengelak dan memarahiku bahkan hampir memukulku, aku tak tau itu dari pengaruh minuman keraas atau tidak. Seketika itu air mataku keluar dan akupun pulang kerumah masuk kamarku dan mengunci pintu. Aku berdiam diri dan merenung di kamarku, tak menghiraukan apa yang terjadi diluar sana. Aku tetap menangisi seseorang yang telah memberi luka di dalam hatiku, namun aku tidak menangisi dosa-dosa yang pernah ku lakukan kepada Allah Swt . Aku berfikir kenapa dia menyembunyikan hal buruknya kepadaku, dan kenapa aku bisa berpacaran padahal aku tau pacaran hanya bisa mejerumuskan kedalam maksiat.

Mungkin yang diam terlalu lelah untuk mengeluh mungkin yang berjuang terlalu lelah untuk menyimpan jadi yang selama ini yang kita lakukan adalah sama-sama berjuang untuk saling berpisah.
Keesokan harinya aku menghubungi dia melalui medsos bahwa aku ingin mengakhiri hubungan ini dan dia pun mengiyakan.

Saat ini aku sadar bahwa Allah Swt. lah yang menemaniku. Sebagian orang pasti berfikir mereka tidak mempunyai siapa-siapa jika sudah memutuskan hubungan dengan seseorang yang dicintai, hingga lupa jika kalian mempunyai Allah Swt yang selalu ada disaat kita senang dan sedih bahkan saat kita dimanapun berada. Di hari kemudian aku tidak memutuskan untuk tidak berpacaran, jika aku tau akhir dari kebersamaan adalah perpisahan. Pacaran hanya membuang-buang waktu dan bisa menghancurkan kehidupanku selama ini lebih baik sendiri dari pada aku bersama dia namun aku jauh dengan  Allah Swt.
                                                                 

PESAN MORAl :
* Janganlah bepacaran, karena pacaran hanyalah membuang-buang waktu 
* Pacaran bisa menjauhkan diri dari Allah Swt
* Pacaran bisa menjerumuskan pada kemaksiatan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ciri Khusus dan Umum Dari Surat Madaniyah