Al Habib Husein Keramat Luar Batang, Jakarta > Part 1
Habib Keramat Luar Batang begitu orang menyebutnya. Al-Habib Husein bin Abubakar Al-Aydrus lahir di Miqab, dekat dengan Hazam sebuah desa di Hadramaut. Beliau dilahirkan sebagai yatim yang di besarkan oleh seorang ibu yang sehari-harinya hanya hidup dari penghasilan memintal benang. Beliau hidup dengan penuh kesederhanaan.
Sebelum itu
kita perlu tau nasab beliau. Nasab beliau adalah : Al Habib Husein bin
Abubakar bin husein bin ali Muhammad bin Ahmad bin Abdullah bin Abubakar bin
Abdurrahman Assegaf bin Muhammad Mauladdawilah bin Ali bin Alwi Al-Ghuyyur bin
Muhammad Al-Faqih Al-Muqaddam bin Ali bin Muhammad Sahib Mirbath bin Ali Khala’
Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin ‘Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin ‘Isa
bin Muhammad An-Naqab bin Jakfar Ash-Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali
Zainal ‘Abidin bin Husein bin Ali bin Abi Thalib suami Fatimah Az-Zahra binti
Rasulullah SAW.
Setelah menginjak
usia belia sang ibu menitipkan Al-Habib Husein kepada seorang ulama sufi pada
masa itu. Disanalah Al-Habib Husein menerima tempaan pembelajaran Thariqah. Sang guru memandang
Al-Habib Husein memiliki kelebihan dan perilaku berbeda dengan teman lain yang sebaya dengannya.
Pernah suatu ketika ibunda beliau sakit dan
mennyuruh beliau untuk menggantikan ibunya untuk memintal benang di gudang
tempat ibu beliau bekerja, menjelang pagi ibu Al-Habib Husein membuka pintu
gudang sat dibuka alangkah terkejutnya ibu Al-Habib Husein melihat pintalan
benang yang begitu berlimpah. Sang ibu heran bagaimana bisa hasil pintalan yang
berlimpah ini bisa di kerjakan dalam
waktu semalam,sedangkan untuk hasil sebanyak itu biasanya dikerjakan
dala beberapa hari. Al-Habib Husein kecil terlihat tidur nyenyak di sudut
gudang dan makanan yang di sediakan juga masih utuh.
Dengan
kejadian ini sang ibu menceritakan kepada guru thariqah Al-Habib Husein, sang
guru berucap, “Sungguh Allah telah memberi kelebihan pada anakmu. Dan Allah
telah berkehendak kepadannya untuk diberi derajat dan kedudukan yang besar
disisiNya. Hendaklah engkau berbesar hati dan jangan bertindak keras kepadanya.
Rahasiakanlah segala sesuatu yang terjadi pada diri anakmu"
Setelah menginjak dewasa beliau berkeinginan untuk melakukan perjalanan dakwah untuk mensyiarkan islam ke belahan muka bumi. pertama kali beliau dan para rombongan kafilah untuk pergi ke india. sesampainya di daratan india beliau dan para rombongan berpisah setelah beberapa hari beliau sampai di kota Gujarat, yang kala itu mayoritas penduduknya beragama Budha. Pada saat itu juga di kota tersebut sedang dilanda kekeringan yang berkepanjangan, sehingga Kota Gujarat bagaikan kota mati.
Tersiar kabar, ada seorang keturunan Rasulullah yang datang dari negeri Hadramaut, yang tidak lain adalah Al-Habib Husein bin Abubakar Al-Aydrus. Mereka pun menyambut dengan sambutan yang sangat luar biasa, para penduduk menganggap bahwa Al- Habib Husein merupakan titisan dewa yang dapat menyelamatkan negeri dari bencana yang terjadi. Ketika itu Al-Habib Husein mengajak penduduk untuk membangun sebuah sumur.
Setelah sumur itu jadi Al-Habib Husein menengadahkan tangannya seraya memohon kepada Allah agar diturunkan hujan, tak berselang lama maka hujan turun dengan begitu derasnya. Negerri yang asal mulanya kering itu berubah menjadi makmurdan subur. Akhirnya penduduk yang mulannya manganut agama Budha mereka berbondong-bondong untuk memeluk agama Islam dan mengucapkan dua kalimah syahadat di hadapan Al- Habib Husein.
Dilanjut di Part 2 😉

Komentar
Posting Komentar